SCROLL DOWN

MUNTOK WHITE PEPPER


Pulau Bangka adalah salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki keindahan alam luar biasa dengan sumber daya alam yang melimpah. Pulau Bangka juga dikenal sebagai penghasil rempah-rempah lada putih terbesar di Indonesia yang dikenal luas dengan nama “Muntok White Pepper.”

Sebagai bentuk kepedulian akan kesejahteraan masyarakat sekitar, PT Timah melalui program CSRnya berupaya memotivasi para petani lada di pulau Bangka untuk menumbuhkan awareness para petani mengenai kualitas unggulan dari Muntok White Pepper.

Saat ini Muntok White Pepper masih menjadi komoditi utama yang telah diekspor ke mancanegara, termasuk Eropa dan Amerika, dengan tingkat permintaan yang masih tinggi.

Namun, produk lada putih ini umumnya diekspor tanpa brand khusus sehingga harga jualnya relatif lebih murah. Diharapkan dengan memberikan brand khusus, Muntok White Pepper memiliki harga jual yang lebih tinggi serta dapat dikenal lebih luas sebagai identitas komoditi pulau Bangka.

SEJARAH LADA PUTIH BANGKA



Selain sebagai penghasil timah, Pulau Bangka juga dikenal sebagai penghasil lada putih berkualitas.

Kehadiran Lada Putih Bangka bermula dari sejarah penambangan timah di era Kolonial Belanda. Pada tahun 1880 – 1930, Belanda mendatangkan buruh dari Negeri Tiongkok melalui Penang & Singapura untuk dipekerjakan di pertambangan timah.

Namun, setelah beberapa dekade terjadi perubahan sistem penambangan timah dari manual ke mekanik. Perubahan sistem ini mengakibatkan tidak sedikit dari para kuli Tionghoa kehilangan pekerjaannya.

Mengatasi hal ini, orang-orang Tionghoa yang semula bekerja sebagai buruh kemudian memutuskan untuk beralih ke sektor pertanian. Pada awalnya budidaya lada putih dikembangkan di kota Muntok, bagian barat Pulau Bangka.

1880-1930
PENANG
SINGAPURA
BANGKA

Sejak saat itu, Lada Putih Bangka terus
berkibar namanya dan menjadi komoditas
teristimewa dari Negeri Serumpun Sebalai.

BUDIDAYA LADA PUTIH BANGKA

Lada Putih Bangka ini semakin mendapatkan perhatian dari
Pemerintah Indonesia, sehingga berbagai penelitian pun dilakukan untuk menambah produktivitas dan kualitasnya.

Berikut adalah beberapa metode yang bisa dilakukan untuk
mendapatkan Muntok White Pepper berkualitas baik:

PENGGUNAAN TIANG PANJANG HIDUP


Tanaman yang dapat berfungsi sebagai tiang panjat hidup adalah dadap cangkring (Erythrina fusca) dan gamal (Glyricida maculata). Selain fungsinya sebagai tiang panjat, tanaman ini berperan sebagai pengatur kelembapan, menjaga kelestarian lingkungan dan kesinambungan kehidupan tanaman lada sepanjang daur hidupnya.

Peran lainnya adalah untuk mengurangi stres yang
menyebabkan tanaman menjadi lemah, terutama saat
musim kemarau, karena lada membutuhkan cahaya matahari berkisar 50-75%

PENGGUNAAN TANAMAN
PENUTUP TANAH


Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Arachis pentoii merupakan jenis tanaman penutup tanah yang paling menguntungkan di perkebunan lada karena:

  • Mencegah erosi
  • Dapat menjadi media pertumbuhan dan perkembangan jamur Trichoderma sp yang menekan terjadinya penyebaran penyakit, khususnya penyakit busuk pangkal batang
  • Sebagai habitat Spathius piperis yang merupakan musuh alami penggerek batang lada
  • Menjaga stabilitas kelembapan tanah
  • Menekan gulma dan mengurangi biaya penyiangan, dan
  • Sebagai pakan ternak kambing


APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK


Rekomendasi yang diberikan kepada petani adalah penggunaan pupuk organik berupa pupuk kandang (kotoran sapi) dan pupuk anorganik (NPK dan KCl), serta kapur (Dolomit).

TEKNIK PEMELIHARAAN LAINNYA


Kegiatan pemeliharaan lainnya dilakukan dengan cara pembersihan kebun (sanitasi). Tanaman yang terserang parah oleh hama (penyakit) maupun sisa-sisanya segera dimusnahkan dengan cara dibakar atau dibenamkan dalam-dalam ke tanah, karena dapat menjadi sumber inokulum OPT.

PENGGUNAAN PESTISIDA
HAYATI DAN AGENSIA HAYATI


Trichoderma sp merupakan jenis jamur yang
berfungsi sebagai agen hayati dalam menekan
pertumbuhan dan perkembangan, bahkan
mematikan Phtophtora capsici yang merupakan
jamur penyebab penyakit busuk pangkal batang.

Ekstrak nimbi merupakan pestisida nabati yang
cukup efektif untuk pengendalian berbagai macam
Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), antara lain
hama penggerek batang, penghisap buah,
penghisap bunga, penyakit busuk pangkal batang,
penyakit kuning, dan penyakit kerdil.

© 2014 PT Timah (Persero) Tbk. All rights reserved
Hidung Tersumbat

Sudah jelas bahwa rasa pedas yang timbul pada saat mengkonsumsi lada dapat melegakan serta membersihkan hidung yang tersumbat. Selain itu, capsaicin pada lada juga dapat membantu melawan infeksi sinus.

Sakit Kepala

Gejala sakit kepala dapat dikurangi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung lada. Hal ini dikarenakan kandungan capsaicin berfungsi untuk memblokir zat neuropeptida yang menjadi pemancar utama rasa sakit ke otak.

Mengurangi Berat Badan

Mengkonsumsi lada juga ampuh untuk mengurangi berat badan. Kandungan capsaicinnya mampu membakar kalori dan lemak dengan sifat panasnya saat mengkonsumsi makanan yang mengandung lada.

Meredakan Radang Sendi

Capsaicin yang terkandung dalam lada berperan sebagai anti inflamasi yang mampu bekerja mengurangi pembengkakan dan rasa sakit pada penderita arthritis.

Kanker

Kandungan capsaicin sangat baik untuk mencegah terjadinya penyakit mematikan seperti kanker. Sebuah studi oleh ilmuwan Inggris di University of Nottingham dan peneliti lain oleh American Association of cancer Research menyatakan bahwa capsaicin mampu membunuh sel-sel kanker tertentu terutama sel kanker prostat.

MANFAAT LADA



Lada (Piper Nigrum) umumnya digunakan sebagai bumbu masakan
untuk memberikan aroma dan rasa yang khas pada makanan. Salah
satu kandungan yang terdapat pada lada, capsaicin, memiliki sifat
panas yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut adalah
beberapa manfaat lada bagi kesehatan.