Annual Report 2011
[ More ]
Annual Report 2010
[ More ]
Annual Report 2009
[ More ]
Annual Report 2008
Terkendalinya ekspor logam timah dari Indonesia telah mempengaruhi tingkat harga logam timah di pasar global. Harga tertinggi logam timah dunia selama tahun 2008 adalah 25.500 USD/MT dan terendah adalah 10.000 USD/MT dengan harga rata-rata sebesar 18,512 USD/MT atau meningkat 27% dari harga rata-rata logam timah dunia tahun 2007 yang sebesar 14,529 USD/MT. Menurunnya harga logam timah pada triwulan keempat 2008 terpengaruh oleh arus krisis ekonomi global yang menyebabkan berkurangnya permintaan logam timah.
[ More ]
Annual Report 2007
Situasi usaha yang kondusif disertai dengan pertumbuhan pasar timah
dunia mendorong peningkatan harga rata-rata timah dunia sampai 66%
lebih tinggi dari tahun lalu. Tata kelola yang solid dalam melakukan
perubahan mendasar di bidang sumber daya manusia, operasi produksi,
keuangan, pemasaran dan pengembangan usaha membuahkan hasil peningkatan
produksi 31%.
[ More ]
Annual Report 2005
Pada tahun 2005, iklim dunia secara umum sedikit lebih baik dibanding tahun 2004, namun pertumbuhan ekonomi masih rendah yaitu 5.6%. Gejolak harga logam sebagian besar komoditi pertambangan di pasar internasional menunjukan kecenderungan pemulihan kecuali nikel dan timah. Sebaliknya situasi dan kondisi umum perekonomian di dalam negeri justru masih melambat hingga penghujung tahun 2005. Paling tidak tahun 2005 ditandai oleh perekonomian berbiaya tinggi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak yang berakibat pada kenaikan biaya operasi secara keseluruhan usaha Perseroan.
[ More ]
Annual Report 2006
Melalui tema Mewujudkan Kepedulian (Responding to stakeholder concern) Perseroan ingin menunjukan bahwa kesetaraan perlakuan telah berdampak secara signifikan pada peta pertimahan. Bursa logam timah internasional di London (LME) dan Kuala Lumpur (KLTM) tak urung ikut terguncang karenanya. Harga logam timah yang semula berada di tingkat US$8,000 per metrik ton pada pertengahan 2006 melambung hingga ke US$11,000 pada akhir 2006, dan bahkan berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi di awal tahun 2007. Kondisi objektif ini membuat perseroan optimis terhadap prospek usaha di tahun-tahun mendatang.
[ More ]

